Menubar

Tampilkan postingan dengan label social-transformation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label social-transformation. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

Ketika Hidup dalam Persimpangan

Yang paling kami takutkan dalam hidup ini adalah saat kami telah terlibat dalam sebuah pekerjaan sementara hati kami tak sepenuhnya memiliki keyakinan untuk sukses dalam bidang pekerjaan tersebut, walaupun tak separah itu, mungkin sekarang kami sedang mendekati kondisi tersebut, kondisi ini benar-benar menjadi tekanan yang hebat. Kami menganggap bisnis yang kami jalani saat ini bukan sekedar sebagai pekerjaan, lebih jauh dari itu kami menganggapnya pertaruhan, langkah awal yang penuh keraguan dalam hal ini sama saja dengan perlahan-lahan mengerogoti pondasi yang sudah kami bangun sebelumnya, dan ini bukan hanya menghambat, tapi juga mengancam kami secara keseluruhan.
Dulu kami melihat apa yang kami kerjakan saat ini adalah sebagai sebuah peluang penting dan boleh jadi menjadi langkah awal loncatan pada bisnis yang sedang kami kerjakan saat itu. Nampaknya perjalanan tak sepenuhnya seperti yang kami bayangkan, ada banyak kendala dan pergeseran pemikiran, kendala sendiri bagi kami bukanlah sebuah masalah serius, ia adalah sebuah tantangan yang akan menjadikan bisnis kami semakin dinamis, yang paling berat kami rasakan justru pergeseran pemikiran karena ia menyerang tepat pada jantung pertahanan. Kami belum sepenuhnya bisa mengidentifikasi kondisi ini, apakah karena kelesuan pasar yang menyebabkan terbersit sebuah pemikiran untuk beralih menjalankan cita-cita lama yang sempat terhenti dulu, kami belum bisa mengidentifikasinya.
Beberapa waktu yang lalu kami sempat membaca sebuah artikel bisnis di kompas.com yang menceritakan kesuksesan seorang wanita pada bisnis yang ditekuninya, ternyata rahasinya adalah dia menganggap pekerjaan apapun yang tengah dilakukan sebagai pekerjaan yang akan dilakukannya seumur hidup, kami membenarkan pernyataan tersebut, tak mungkin seseorang bisa sukses tanpa memiliki keyakinan bahwa bisnis yang digelutinya adalah jalan hidupnya. Maka jika saat ini kami sedang mempertanyakan keyakinan kami dalam pekerjaan ini, rasanya kesuksesan itu tak akan kami dapatkan.
Bagi kami sendiri pantang untuk menarik kembali keputusan yang sudah dipertimbangkan masak-masak dan akhirnya diambil, kenyataan seperti itu rasanya seperti menyerah kalah terhadap tekanan bisnis dan itu berarti kami gagal dalam satu tahap ujian hidup. Dan kami sadar menyerah itu bukan semata soal keputusan atau untung dan rugi, tapi soal mentalitas yang merupakan gambaran kepribadian. Berulangkali kami terlibat dalam pertarungan di dalam diri bahwa selagi dalam kami dalam keraguan, itu sama saja dengan menyia nyiakan waktu yang tak akan pernah dapat ditarik kembali, sementara dorongan untuk mengambil langkah baru terus-menerus membuat hati kami bimbang.
Dan kami perlu juga menyampaikan, bahwa ini bukan semata-mata hanya menyangkut pertimbangan rasional dan pengambilan keputusan bisnis, di dalamnya juga kait-mengait persoalan pribadi yang belum tuntas, ego dan keinginan yang bukan bersumber pada rasionalitas turut mengambil bagian dalam ruwetnya persoalan ini, maka kejernihan pikiran dalam melihat persoalan ini benar-benar sangat dibutuhkan, sementara kau tau bahwa sebagian besar kehidupan manusia itu ditentukan oleh bukan yang rasional dan sadar, tetapi justru di bawah pengaruh alam bawah sadar yang sangat sulit dikendalikan.
Kami sebenarnya tak melihat sebuah kelemahan apapun terhadap bisnis yang kami kerjakan saat ini, karena itu dulu kami pun sangat bersemangat memutuskan dan menjalankannya, walaupun saat itu kami juga menentukan jangka waktu dalam melaksanakan kegiatan bisnis ini, agar kami dapat mengevaluasinya kelak dan dari padanya kami dapat mengambil keputusan lagi. Tapi kau tau keyakinan itu mudah saja digoyahkan dan kami merasa di dalam hati kami bahwa kami harus bersabar terhadap situasi ini sambil menciptakan peluang-peluang baru dan menjalankan scenario bisnis yang sudah kami rencanakan, walaupun kami benar-benar dalam kebimbangan, tapi kami tak dapat membohongi hati kecil kami agar tetap bersabar dalam situasi ini.
Lebih jauh menyangkut pemikiran bisnis lain yang pelan-pelan menggeser keyakinan kami pada bisnis yang sedang kami jalani saat ini, sebenarnya kami masih memiliki peluang untuk mencicilnya dari tempat kami sekarang, walaupun memang lokasinya berjauhan, setidaknya kami bisa mempersiapkan apa saja yang diperlukan dari jauh dan dari sekarang, agar pada saatnya nanti kami tak perlu lagi mengulang dari nol. Lagipula setelah diskusi dengan seorang kawan beberapa waktu yang lalu, ternyata dia juga mengerjakan konsep yang sama dengan apa yang kami pikirkan dari Jakarta sementara lokasi bisnisnya ada di Malang, tempat yang cukup jauh dan sejauh ini dia berhasil mengelola bisnisnya, kenapa kami harus mengambil pusing dengan pikiran liar kami, yang mungkin egois dan tak rasional ini?

Akhirnya tak ada yang bisa menyelamatkan diri kami kecuali Allah dan diri kami sendiri, orang di luar dalam hal ini hanya bisa memberikan motivasi dan semangat, sementara keyakinan itu harus kami bangkitkan sendiri, iya! Membangkitkan keyakinan, karena itulah yang kami butuhkan saat ini. Rasanya kami tak pantas mengeluh seperti ini sementara banyak orang diluar sana tak memiliki banyak pilihan dan kesempatan dalam hidupnya, sedangkan kami masih memiliki pilihan dan peluang itu, kau tau itu barang langka yang tak semua orang mampu mengenalinya dan memanfaatkannya dengan baik, nampaknya kami kurang mensyukuri karunia yang Maha Kuasa anugerahkan kepada kami, barangkali itulah sumber kekacauannya.

Sebuah catatan untuk mereka yang sedang bimbang terhadap bisnis yang sedang digelutinya, apa yang sedang kau pikirikan tak lebih dari ketakutan-ketakutan tak rasional yang bersumber dari kelemahan diri dan ego kemanusiaan, segera keluar dari keraguanmu, buatlah sebuah keputusan, lakukan dengan mantap dan bersabarlah, Allah maha mengetahui hambanya yang berjuang di jalannya dan Allah tidak akan mensia-siakan mereka.

Senin, 31 Januari 2011

Meneropong Mesir


Melihat betapa besarnya jumlah demonstran yang menuntut pemerintah mundur, menarik untuk dibahas organisasi apa saja yang menggerekkan demonstrasi tersebut.

Salah satu gerakan massa tertua dalam sejarah mesir adalah Ikhwanul Muslimin (Moslem Brotherhood), berdiri pada Maret 1928 di Ismailiyah Mesir, pendirinya adalah Hasan Al-Banna. Ikhwanul Muslimin (IM), memiliki sejarah politik panjang, semula saat ia di dirikan dia adalah ormas islam yang bertujuan menegakkan syariat dan mengembalikan hukum ke jalan Islam, tapi seiring konstelasi yang terus berkembang, mau tidak mau dia harus terlibat dalam wilayah politik. Saat ini IM sendiri adalah organisasi yang terlarang di bawah Undang-Undang Mesir, meski demikian IM terus bekembang seiring dengan kebutuhan rakyat mesir terhadap organisasi massa yang menentang kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat mesir yang notabene adalah Muslim, kebijakan pemerintah mesir yang menjadi sekutu dekat Israel dan Amerika semakin membuat organisasi ini mendapatkan banyak simpati dari masyarkat. Sampai saat ini IM memiliki cabang di hampir seluruh negara di Timur Tengah, tentu saja hal ini menjadikannya sebagai ormas sekaligus kekuatan politik yang menghawatirkan bagi pemerintah mesir dan sekutu-sekutunya AS dan Israel serta Arab Saudi.

Selain IM, sejarah militer sebagai sebuah kekuatan politik dalam pertarungan politik mesir tidak bisa diremehkan, justru militerlah yang memainkan peranan penting dalam sejarah politik mesir setelah kehancuran kekuasan monarki Raja Faruq, bahkan analisis beberapa media Internasional seperti CNN dan BBC, adalah sikap militer yang akan menentukan masa depan Mesir di tengah krisis politik hari ini. Tidak berlebihan memang, mengingat mesir adalah negara-negara di mana basis demokrasi belum berkembang semapan seperti di Barat. Bahkan pejabat keamanan Israel di situs koran Israel Yediot Aharonot (28/1) mengatakan lebih baik militer yang berkuasa di Mesir dari pada kelompok garis kerasi Islam, karena jelas hal itu akan berpengaruh kepada kebijakan politik luar negeri Mesir[1]. Jika memang militer yang berkuasa nantinya pasca kisruh politik ini, maka ada kecenderungan mesir akan tetap dengan situasi semula seperti saat sebelum kisruh politik ini.

Di sisi lain nama Muhammad ElBaradei[2] digembar-gemborkan sebagai jargan pemimpin oposisi di tengah situasi krisis politik mesir hari ini, siapakah orang ini? Mewakili kelompok apakah orang ini, paling tidak kita dapat melihat profil dan latar belakangnya, karirnya melejit setelah ia Bergabung dengan United Nations Institute for Training and Research sebagai penanggung jawab program Hukum Internasional. Belum jelas di pihak mana ia berdiri. Dia sendiri menyatakan bahwa dia siap memimpin pemerintahan transisi setelah kepergian Mubarok jika diminta, namanya pun berulangkali di beritakan oleh media Internasional dari Amerika seperti CNN atau BBC. Di sisi lain Amerika Serikat menyerukan kepada Mubarok untuk mundur kekuasaannya serta menyerukan agar mesir menjadi negara yang demokratis, tidak jauh berbeda dengan pernyataan Elbaradei, hal ini mengindikasikan bahwa boleh jadi Amerika sangat berharap Elbaradei-lah  yang kelak akan menggantikan Mubarok, mengingat Elbaradei memiliki karir internasioanl terutama di Komisi Nuklir PBB, ada kemungkinan dia memiliki kedekatan dengan pemimpin-pemimpin politik AS, dengan demikian ini akan menjadi pintu bagi AS untuk tetap menjalin kerjasama yang menguntungkan AS dan sekutunya di Timur Tengah.

Bagaimana dengan kekuatan-kekuatan lain di Mesir, terutama yang berbasir massa pekerja? Media-media internasional memang sedikit sekali mengulas tentang elemen massa ini. Walaupun tidak dapat dipungkiri para pekerja mesir adalah juga bagian terpenting dalam proses demontrasi anti pemerintah kali ini.

Meneropong masa depan Mesir tentu saja kita tidak bisa lepas dari beberapa peristiwa yang akan terjadi beberapa hari ke depan. Mereka yang mampu membaca situasi dan cepat mengambil sikap tentu akan mengambil peranan besar dalam proses politik di Mesir. Apakah militer, apakah kelompok fundamentalis Islam, apakah kelompok prodemokrasi yang juga pro AS, atau kelompok prodemokrasi lain. Kita akan lihat beberapa hari ke depan.

Krisis Politik di Mesir


Di Mesir, demonstrasi menentang pemerintah sampai detik ini masih terus berlanjut, bahkan para demonstran tidak menghiraukan diberlakukannya jam malam oleh pemerintah, para demonstran tetap memadati jalan-jalan kota besar mesir, seperti Cairo tempat perguruan tinggi Islam tertua di timur tengah, di Alexandria keadaannya tidak jauh berbeda, rakyat tumpah ruah di jalan menuntut Presiden Mubarok pergi meninggalkan mesir dan menjamin revolusi benar-benar terjadi.]

Di tengah krisis poliktik seperti ini, tentu saja memberikan peluang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan anarkis semacam penjarahan, narapidana yang kabaur dari penjara, pemerintah jelas tidak sempat mengurusi situasi ini mengingat posisi merekapun saat ini pun tertekan oleh demonstrasi yang menuntut mereka mundur.

Sampai sejauh ini  belum ada tanda-tanda pemerintah memenuhi tuntutan demonstran, walaupun “pemimpin oposisi Muhammad El-Baradei”[1] meminta Mubarok pergi meninggalkan Mesir kemarin. Banyak korban telah berjatuhan, taksiran sementara dari beberapa sumber berita internasional[2] korban meninggal tidak kurang dari 100 dan ratusan lain terluka karena bentrokan dengan aparat kepolisian sejak demonstrasi dimulai. Berdasar informasi ternyata polisi memang lebih dibenci oleh masyarakat dari pada tentara, karenanya tak heran kantor-kantor polisi di beberapa tempat menjadi sasaran kemarahan warga yang sudah selama 23 tahun memendamnya. Saat ini militer mengambil kendali keamanan dan mencoba menghentikan demonstrasi. Namun nampaknya militer sendiri tidak berani mengambil tindakan tegas terhadap para demonstran yang melanggar ketentuan jam malam, hal ini jelas menunjukkan sikap militer terhadap pemerintah saat ini, banyak yang percaya bahwa masa depan mesir ke depan akan sangat bergantung pada sikap militer apakah akan berdiri di belakang Mubarok atau dibelakang massa demonstran. Mubarok sendiri sudah mengambil ancang-ancang dengan bernegosiasi dengan para petinggi militer dakan rangka mengamankan pemerintahannya.

Mubarok sendiri sebelumnya telah membubarkan kabinetnya dan berjanji akan menyelenggarakan pemerintah yang demokratis, tapi nampaknya bagi para demonstran tindakan tersebut sudah terlambat, massa tetap bertekad dengan tuntutannya Mubarok harus pergi dari Mesir. Jelas ini adalah tuntutan yang berat bagi  Mubarok dan sampai sejauh ini dia tidak rela dengan tuntutan ini, kita akan lihat beberapa hari ke depan apakah Mubarok akan bertahan dengan kekuasaannya dan memukul mundur para demonstran atau sebaliknya dia harus pergi meninggalkan mesir dalam kekalahan.





[1] Mantan kepala komisi pengawas nuklir PBB
[2] CNN dan BBC

Jumat, 21 Januari 2011

TURKI USMANI

Sejak mundur dan berakhirnya era Abbasiyah, keadaan politik umat Islam mengalami kemajuan kembali oleh tiga kerajaan besar: Usmani di Turki, Mughal di India, dan Safawidi Persia. Dari ketiganya, Turki Usmani, adalah yang terbesar dan terlama. Turki Utsmani runtuh dan berubah menjadi Republik Turki pada tahun 1924M.
KERAJAAN TURKI UTSMANI (1300-1900 M)
Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina. Dalam jangka waktu kira-kira tiga abad, mereka pindah ke Turkis¬tan kemudian Persia dan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad ke sembilan atau ke sepuluh, ketika mereka menetap di Asia Tengah. Di bawah tekanan serangan-serangan Mongol pada abad ke¬13 M, mereka melarikan diri ke daerah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah-tengah saudara-saudara mereka, orang-orangTurki Seljuk, di dataran tinggi Asia Kecil. Di sana, di bawah pimpinan Ertoghrul, mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alauddin II, Sultan Seljuk yang kebetulan sedang berperang melawan Bizantium. Berkat bantuan mereka, Sultan Alauddin mendapat kemenangan. Atas jasa baik itu, Alauddin menghadiahkan sebidang tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak itu mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud sebagai ibu kota.
Era 1300 – 1400 M
Ertoghrul meninggal dunia tahun 1289 M. Kepemimpinan dilanjutkan oleh puteranya, Usman. Putera Ertoghrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Usmani. Usman memerintah antara tahun 1290 M dan 1326 M. Sebagaimana ayahnya, ia banyak berjasa kepada Sultan Alauddin II dengan keberhasilannya menduduki benteng-benteng Bizantium yang berdekatan dengan kota Broessa. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol menyerang kerajaan Seljuk dan Sultan Alauddin terbunuh. Kerajaan Seljuk Rum ini kemudian terpecah-pecah dalam beberapa kerajaan kecil. Usman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Sejak itulah kerajaan Usmani dinyatakan berdiri. Penguasa pertamanya adalah Usman yang sering disebut juga Usman I.
Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah AI Usman (raja besar keluarga Usman) tahun 699 H (1300M) setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluasnya. Ia menyerang daerah perbatasan Bizantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian pada tahun 1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerajaan.
Pada masa pemerintahan Orkhan (726H/1326M¬761H/1359M) Kerajaan Turki Usmani ini dapat menaklukkan Azmir (Smirna) tahun 1327 M, Thawasyanli (1330M), Uskandar (1338M), Ankara (1354M), dan Gallipoli (1356M). Daerah ini adalah bagian benua Eropa yang pertamakali diduduki kerajaan Usmani.
Faktor penting yang mendukung keberhasilan ekspansi adalah keberanian, keterampilan, ketangguhan dan kekuatan militernya yang sanggup bertempur kapan dan di mana saja.
Untuk pertama kali, kekuatan militer kerajaan ini mulai diorganisasi dengan baik dan teratur ketika terjadi kontak senjata dengan Eropa. Ketika itu, pasukan tempur yang besar sudah terorganisasi. Pengorganisasian yang baik, taktik dan strategi tempur militer Usmani berlangsung tanpa halangan berarti. Namun, tidak lama setelah kemenangan tercapai, kekuatan militer yang besar ini dilanda kekisruhan. Kesadaran prajuritnya menurun. Mereka merasa dirinya sebagai pemimpin-pemimpin yang berhak menerima gaji. Akan tetapi keadaan tersebut segera dapat diatasi oleh Orkhan dengan jalan mengadakan perombakan besar-besaran dalam tubuh militer.
Pembaruan dalam tubuh organisasi militer oleh Orkhan, tidak hanya dalam bentuk mutasi personil-personil pimpinan, tetapi juga diadakan perombakan dalam keanggotaan. Bangsa-bangsa non-Turki dimasukkan sebagai anggota, bahkan anak-anak Kristen yang masih kecil diasramakan dan dibimbing dalam suasana Islam untuk dijadikan prajurit. Program ini ternyata berhasil dengan terbentuknya kelompok militer baru yang disebut pasukan Jenissari atau Inkisyariah. Pasukan inilah yang dapat mengubah negara Usmani menjadi mesin perang yang paling kuat, dan memberikan dorongan yang amat besar dalam penaklukkan negeri-negeri non muslim.
Di samping Jenissari, ada lagi prajurit dari tentara kaum feodal yang dikirim kepada pemerintah pusat. Pasukan ini disebut tentara atau kelompok militer Thaujiah. Angkatan laut pun dibenahi, karena ia mempunyai peranan yang besar dalam perjalanan ekspansi Turki Usmani.
Ketika Murad I, pengganti Orkhan, berkuasa (761H/1359 M ¬ 789H/1389 M), selain memantapkan keamanan dalam negeri, ia melakukan perluasan daerahke Benua Eropa. Ia dapat menaklukkan Adrianopel -yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota kerajaanyang baru -, Macedonia, Sopia, Salonia, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Merasa cemas terhadap kemajuan ekspansi kerajaan ini ke Eropa, Paus mengobarkan semangat perang. Sejumlah besar pasukan sekutu Eropa disiapkan untuk memukul mundur Turki Usmani. Pasukan ini dipirnpin oleh Sijisman, raja Hongaria.
Sultan Bayazid I ( 1389- 1403 M), pengganti Murad I, dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropa tersebut. Peristiwa ini merupakan catatan sejarah yang amat gemilang bagi umat Islam.
Ekspansi kerajaan Usmani sempat terhenti beberapa lama. Ketika ekspansi diarahkan ke Konstantinopel, tentara Mongol yang dipimpin Timur Lenk melakukan serangan ke Asia Kecil. Pertempuran hebat terjadi di Ankara tahun 1402 M. Tentara Turki Usmani mengalami kekalahan. Bayazid bersama puteranya Musa tertawan dan wafat dalam tawanan tahun 1403 M.
Era 1400 – 1500 M
Kekalahan Bayazid di Ankara itu membawa akibat buruk bagi Turki Usmani. Penguasa-penguasa Seljuk di Asia Kecil melepaskan diri dari genggaman Turki Usmani. Wilayah-wilayah Serbia dan Bulgaria juga memproklamasikan kemerdekaan. Dalam pada itu putera-putera Bayazid saling berebut kekuasaan.
Suasana buruk ini baru berakhir setelah Sultan Muhammad I (1403-1421 M) dapat mengatasinya. Sultan Muhammad berusaha keras menyatukan negaranya dan mengembalikan kekuatan dan kekuasaan seperti sediakala.
Setelah Timur Lenk meninggal dunia tahun 1405 M, kesultanan Mongol dipecah dan dibagi-bagi kepada putera-puteranya satu samalain saling berselisih.Kondisi ini dimanfaatkan oleh penguasa Turki Usmani untuk melepaskan diri dari kekuasaan Mongol. Namun, pada saat seperti itu juga terjadi perselisihan antara putera-putera Bayazid (Muhammad, Isa, dan Sulaiman).
Setelah sepuluh tahun perebutan kekuasaan tedadi, akhirnya Muhammad berhasil mengalahkan saudara-saudaranya. Usaha Muhammad yang pertama kali ialah mengadakan perbaikan-perbaikan dan meletakkan dasar-dasar keamanan dalam negeri.
Usahanya ini diteruskan oleh Murad II ( 1421-1451M), sehingga Turki Usmani mencapai puncak kemajuannya pada masa Muhammad II atau biasa disebut Muhammad al-Fatih (1451-1484M).
Sultan Muhammad al-Fatih dapat mengalahkan Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel tahun 1453 M. Dengan terbukanya Konstantinopel sebagai benteng pertahanan terkuat Kerajaan Bizantium, lebih mudahlah arus ekspansi Turki Usmani ke Benua Eropa.
Era 1500 – 1600 M
Ketika Sultan Salim I (1512-1520M) naik tahta, ia mengalihkan perhatian ke arah timur dengan menaklukkan Persia, Syria dan dinasti Mamalik di Mesir.
Usaha Sultan Salim I ini dikembangkan oleh Sultan Sulaiman al-Qanuni(1520 -1566M.). Ia tidak mengarahkan ekspansinya ke salah satu arah timur atau barat, tetapi seluruh wilayah yang berada di sekitar Turki Usmani merupakan obyekyang menggoda hatinya. Sulaiman berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Pulau Rodhes, Tunis, Budapest, dan Yaman. Dengan demikian, luas wilayah Turki usmani pada masa Sultan Sulaimanal-Qanuni mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis, dan Aljazair di Afrika; Bulgaria,Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria,dan Rumania di Eropa.
Pada abad ke 16 angkatan laut Turki Usmani mencapai puncak kejayaannya. Kekuatan militer Turki Usmani yang tangguh itu dengan cepat dapat menguasai wilayah yang amat luas, baik di Asia, Afrika, maupun Eropa. Faktor utama yang mendorong kemajuan di lapangan kemiliteran ini ialah tabiat bangsa Turki itu sendiri yang bersifat militer, berdisiplin,dan patuh terhadap peraturan.Tabiat ini merupakan tabiat alami yang mereka warisi dari nenek moyangnya di Asia Tengah.
Keberhasilan ekspansi tersebut dibarengi pula dengan terciptanya jaringan pemerintahan yang teratur. Dalam mengelola wilayah yang luas sultan-sultan Turki Usmani senantiasa bertindak tegas. Dalam struktur pemerintahan,sultan sebagai penguasa tertinggi, dibantu oleh shadr al-a’zham (perdanamenteri), yang membawahi pasya (gubernur). Gubernur mengepalai daerah tingkat I. Di bawahnya terdapat beberapa orang al-zanaziq atau al-’alawiyah (bupati).
Untuk mengatur urusan pemerintahan negara, di masa Sultan Sulaiman I disusun sebuah kitab undang-undang(qanun). Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Turki Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasa Sultan Sulaiman I yang amat berharga ini, di ujung namanya ditambah gelar al-Qanuni.
Pada masa Sulaiman ini di kota-kota besar dan kota-kota lainnya banyak dibangun nmesjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum. Disebutkan bahwa buah dari bangunan itu dibangun di bawah koordinator Sinan,seorang arsitek asal Anatolia.
Sebagai bangsa yang berdarah militer, Turki Usmani lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, mereka kelihatan tidak begitu menonjol.
Bangsa Turki juga banyak berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan mesjid yang indah, seperti Masjid Al-Muhammadi atau Mesjid Jami’ Sultan Muhammad Al-fatih, Mesjid Agung Sulaiman dan Mesjid Abi Ayyub al-Anshari.Mesjid-mesjidtersebut dihiasi pula dengan kaligrafi yang indah. Salah satu mesjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah mesjid yang asalnya gereja Aya Sopia. Hiasan kaligrafi itu, dijadikan penutup gambar-gambar Kristiani yang ada sebelumnya.
Pada masa Turki Usmani tarekat mengalami kemajuan. Tarekat yang paling berkembang ialah tarekat Bektasyi dan Tarekat Maulawi. Kedua tarekat ini banyak dianut oleh kalangan sipil dan militer
Di pihak lain, kajian-kajian ilmu keagamaan, Asy’ariyah mendapatkan tempatnya. Selain itu para ulama banyak menulis buku dalam bentuk syarah (penjelasan) dan hasyiyah (semacam catatan) terhadap karya¬karya masa klasik.
Setelah Sultan Sulaiman al-Qanuni wafat (1566 M), kerajaan Turki Usmani mulai memasuki fase kemundurannya. Akan tetapi, sebagai sebuah kerajaan yang sangat besar dan kuat, kemunduran itu tidak langsung terlihat. Sultan Sulaiman al-Qanuni diganti oleh Salim II ( 1566-1573M). Di masa pemerintahannyaterjadi pertempuran antara armada laut Kerajaan Usmani dengan armada laut Kristen yang terdiri dari angkatan laut Spanyol, angkatan laut Bundukia, angkatan laut Sri Paus, dan sebagian kapal para pendeta Malta yang dipimpin Don Juan dari Spanyol. Pertempuran itu terjadi di Selat Liponto (Yunani). Dalam pertempuran ini Turki Usmani mengalami kekalahan yang mengakibatkan Tunisia dapat direbut oleh musuh. Baru pada masa Sultan berikutnya, Sultan Murad III, pada tahun 1575 M Tunisia dapat direbut kembali.
Sultan Murad III (1574-1595 M) berkepribadian jelek dan suka memperturutkan hawa nafsunya, namun Kerajaan Usmani pada masanya berhasil menyerbu Kaukasus dan menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M), merampas kembali Tabnz, ibu kota Safawi, menundukkan Georgia, mencampuri urusan dalam negeri Polandia, dan mengalahkan gubernur Bosnia pada tahun 1593 M. Namun kehidupan moral Sultan yangjelek menyebabkan timbulnya kekacauan dalam negeri.
Kekacauan ini makin menjadi-jadi dengan tampilnya Sultan Muhammad III (1595-1603M), pengganti Murad III, yang membunuh semua saudara laki-lakinya berjumlah 19 orang dan menenggelamkan janda-janda ayahnya sejumlah 10 orang demi kepentingan pribadi. Dalam situasi yang kurang baik itu, Austria berhasil memukul Kerajaan Usmani.
Era 1600 – 1700 M
Sultan Ahmad I (1603-1617 M), pengganti Muhammad III, sempat bangkit untuk memperbaiki situasi dalam negeri, tetapi kejayaan Kerajaan Usmani di mata bangsa-bangsa Eropa sudah mulai memudar.
Sesudah Sultan Ahmad I ( 1603-1617 M), situasi semakin memburuk dengan naiknya Mustafa I (masa pemerintahannya yang pertama(1617-1618 M) dan kedua, (1622-1623 M). Karena gejolak politik dalam negeri tidak bisa diatasinya, Syaikh al-Islam mengeluarkan fatwa agar ia turun dari tahta dan diganti oleh Usman II (1618-1622 M). Namun yang tersebut terakhir ini juga tidak mampu memperbaiki keadaan. Dalam situasi demikian bangsa Persia bangkit mengadakan perlawanan merebut wilayahnya kembali. Kerajaan Usmani sendiri tidak mampu berbuat banyak dan terpaksa melepaskan wilayah Persia tersebut.
Langkah-langkah perbaikan kerajaan mulai diusahakan oleh Sultan Murad IV (1623 – 1640 M). Pertama-tama ia mencoba menyusun dan menertibkan pemerintahan. Pasukan Jenissari’ yang pernah menumbangkan Usman II dapat dikuasainya. Akan tetapi, masa pemerintahannya berakhir sebelum ia berhasil menjernihkan situasi negara secara keseluruhan.
Situasi politik yang sudah mulai membaik itu kembali merosot pada masa pemerintahan Ibrahim (1640-1648 M), karena ia termasukorang yang lemah. Pada masanya ini orang-orang Venetia melakukan peperangan laut melawan dan berhasil mengusir orang-orang Turki Usmani dari Cyprus dan Creta tahun 1645 M. Kekalahan itu membawa Muhammad Koprulu (berasal dari Kopru dekat Amasia di Asia Kecil) ke kedudukan sebagai wazir atau shadr al-a’zham (perdana menteri) yang diberi kekuasaan absolut. Ia berhasil mengembalikan peraturan dan mengkonsolidasikan stabilitas keuangan negara. Setelah Koprulu meninggal (1661 M), jabatannya dipegang oleh anaknya, Ibrahim.
Ibrahim menyangka bahwa kekuatan militernya sudah pulih sama sekali. Karena itu, ia menyerbu Hongariadan mengancam Vienna. Namun, perhitungan Ibrahim meleset, ia kalah dalam pertempuran itu secara berturut-turut. Pada masa-masa selanjutnya wilayah Turki Usmani yang luas itu sedikit demi sedikit terlepas dari kekuasaannya, direbut oleh negara-negara Eropa yang baru mulai bangun.
Pada tahun 1699M terjadi “Perjanjian Karlowith” yang memaksa Sultan untuk menyerahkan seluruh Hongaria, sebagian besar Slovenia dan Croasia kepada Hapsburg; dan Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan sebagian Dalmatia kepada orang-orang Venetia.
Era 1700 – 1800 M
Pada tahun 1770M, tentara Rusia mengalahkan armada kerajaan Usmani di sepanjang pantai Asia Kecil.
Akan tetapi, tentara Rusia ini dapat dikalahkan kembali oleh Sultan Mustafa III (1757-1774 M) yang segera dapat mengkonsolidasi kekuatannya.
Sultan Mustafa III diganti oleh saudaranya, Sultan Abd al-Hamid (1774-1789 M), seorang yang lemah. Tidak lama setelah naik tahta, di Kutchuk Kinarja ia mengadakan perjanjian yang dinamakan “Perjanjian Kinarja” dengan Catherine II dari Rusia. Isi perjanjian itu antara lain
(1) Kerajaan Usmani harus menyerahkan benteng-benteng yang berada di Laut Hitam kepada Rusia dan memberi izin kepada armada Rusia untuk melintasi selat yang menghubungkan Laut Hitam dengan LautPutih, dan
(2) Kerajaan Usmani mengakui kemerdekaan Kirman (Crimea).
Demikianlah proses kemunduran yang terjadi di Kerajaan Usmani selama dua abad lebih setelah ditinggal Sultan Sulaiman al-Qanuni. Satu persatu negeri-negeri di Eropa yang pernah dikuasai kerajaan ini memerdekakan diri. Bukan hanya negeri-negeri di Eropa yang memang sedang mengalami kemajuan yang memberontak terhadap kekuasaan Kerajaan Usmani, tetapi juga beberapa daerah di Timur Tengah mencoba bangkit memberontak.
Di Mesir, kelemahan-kelemanan Kerajaan Usmani membuat Mamalik bangkit kembali. Di bawah kepemimpinan Ali Bey, pada tahun 1770 M, Mamalik kembali berkuasa di Mesir, sampai datangnyaNapoleon Bonaparte dari Perancis tahun 1798 M.
Di Libanon dan Syria, Fakhral-Din, seorang pemimpin Dntze, berhasil menguasai Palestina, dan pada tahun 1610 M merampas Ba’albak dan mengancam Damaskus. Fakhr al-Din baru menyerah tahun 1635 M.
Di Persia, Kerajaan Safawi ketika masih jaya beberapa kali mengadakan perlawanan terhadap Kerajaan Usmani dan beberapa kali pula ia keluar sebagai pemenang.
Sementara itu, di Arabia bangkit kekuatan baru, yaitu aliansi antara pemimpin agama Muhammad ibn Abd al-Wahhab yang dikenal dengan gerakan Wahhabiyah dengan penguasa lokal Ibn Sa’ud. Mereka berhasil menguasai beberapa daerah di jazirah Arab dan sekitarnya di awal paroh kedua abad ke-18 M.
Era 1800 – 1900 M
Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di Kerajaan Usmani ketika sedang mengalami kemunduran. Gerakan-gerakan seperti itu terus berlanjut hingga abad ke-19 dan ke-20 M. Turki mengalami serbuan dari Rusia yang menghendaki penguasaan jalur laut yakni laut Tengah (Politik Air Hangat ) karena wilayah Rusia tidak terdapat laut yang cair karena kebanyakan membeku karena es. Serbuan ini merepotkan Turki. Di samping itu, Ingris dan Perancis berusaha menusuk Turki dari Barat, sejak digalinya Terusan Suez maka penghubung antara laut Tengan dan Samudera Hindia dapat dihubungkan melalui jalur ini. Dengan dikuasainya Mesir oleh koalisi Inggris dan Perancis maka makin beratlah Turki dalam menghadapi musuh-musuhnya.
Tuntutan juga terjadi di wilayah Turki sendiri, karena Turki terlibat perang dengan berbagai negara dan membutuhkan biaya perang yang tidak sedikit, maka Turki menerapkan pajak yang tinggi bagi daerah yang dikuasainya yang pada akhirnya menimbulkan protes yang nantinya menuntut kemerdekaan dari Turki.
Karena Turki menghadapi serangan yang hebat dari musuhnya maka Turki terpaksa mengikat perjanjian dengan Austria untuk tidak saling menyerang, padahal sudah nyata Austria adalah musuh Turki. Pada akhirnya Turki terlibat dalam Perang Dunia pertama yang menyebabkan kekalahannya dan berubah menjadi sekuler yang dikenal sebagai Republik Turki dengan Presiden pertama Mustafa Kemal Ataturk

Jumat, 15 Oktober 2010

Stress dan Penanggulangannya

Hidup manusia ditandai oleh usaha-usaha pemenuhan kebutuhan, baik fisik, mental-emosional, material maupun spiritual. Bila kebutuhan dapat dipenuhi dengan baik, berarti tercapai keseimbangan dan kepuasan. Tetapi pada kenyataannya seringkali usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut mendapat banyak rintangan dan hambatan.

Tekanan-tekanan dan kesulitan-kesulitan hidup ini sering membawa manusia berada dalam keadaan stress. Stress dapat dialami oleh segala lapisan umur.

Stress dapat bersifat fisik, biologis dan psikologis. Kuman-kuman penyakit yang menyerang tubuh manusia menimbulkan stress biologis yang menimbulkan berbagai reaksi pertahanan tubuh. Sedangkan stress psikologis dapat bersumber dari beberapa hal yang dapat menimbulkan gangguan rasa sejahtera dan keseimbangan hidup.

SUMBER STRESS

Sumber stress dapat digolongkan dalam bentuk-bentuk:

1. Krisis

Krisis adalah perubahan/peristiwa yang timbul mendadak dan menggoncangkan keseimbangan seseorang diluar jangkauan daya penyesuaian sehari-hari. Misalnya: krisis di bidang usaha, hubungan keluarga dan sebagainya.

2. Frutrasi

Frustrasi adaah kegagalan dalam usaha pemuasan kebutuhan-kebutuhan/dorongan naluri, sehingga timbul kekecewaan. Frutrasi timbul bila niat atau usaha seseorang terhalang oleh rintangan-rintangan (dari luar: kelaparan, kemarau, kematian, dan sebagainya dan dari dalam: lelah, cacat mental, rasa rendah diri dan sebagainya) yang menghambat kemajuan suatu cita-cita yang hendak dicapainya.

3. Konflik

Konflik adalah pertentangan antara 2 keinginan/dorongan yaitu antara kekuatan dorongan naluri dan kekuatan yang mengenalikan dorongan-dorongan naluri tersebut.

4. Tekanan

Stress dapat ditimbulkan tekanan yang berhubungan dengan tanggung jawab yang besar yang harus ditanggungnya. (Dari dalam diri sendiri: cita-cita, kepala keluarga, dan sebagainya dan dari luar: istri yang terlalu menuntut, orangtua yang menginginkan anaknya berprestasi).

AKIBAT STRESS

Akibat stress tergantung dari reaksi seseorang terhadap stress. Umumnya stress yang berlarut-larut menimbulkan perasaan cemas, takut, tertekan, kehilangan rasa aman, harga diri terancam, gelisah, keluar keringat dingin, jantung sering berdebar-debar, pusing, sulit atau suka makan dan sulit tidur). Kecemasan yang berat dan berlangsung lama akan menurunkan kemampuan dan efisiensi seseorang dalam menjalankan fungsi-fungsi hidupnya dan pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai macam gangguan jiwa.

REAKSI TERHADAP STRESS

Reaksi seseorang terhadap stress berbeda-beda tergantung dari:
1. Tingkat kedewasaan kepribadian
2. Pendidikan dan pengalaman hidup seseorang

Reaksi psikologis yang mungkin timbul dalam menghadapi stress:
1. menghadapi langsung dengan segala resikonya.
2. menarik diri dan tak tahu menahu tentang persoalan yang dihadapinya/lari dari kenyataan.
3. menggunakan mekanisme pertahanan diri.

PENANGGULANGAN STRESS

Mengenal dan menyadari sumber-sumber stress.

Membina kedewasaan kepribadian melalui pendidikan dan pengalaman hidup.

Mengembangan hidup sehat. Antara lain dengan cara: merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, tidak tergesa-gesa ingin mencapai keinginannya, menyadari perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, dan sebagain

ya.

Mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk segala sesuatu yang terjadi dengan tetap beriman kepadaNYa.

Minta bimbingan kepada sahabat dekat, orang-orang yang lebih dewasa, psikolog, orang yang dewasa rohaninya, dan sebagainya).

Hindarkan sikap-sikap negatif antara lain: memberontak terhadap keadaan, sikap apatis, marah-marah. Hal-hal tersebut tidak menyelesaikan masalah tetapi justru membuka masalah baru.

Selamat mencoba ..........

Pengaruh Musik pada Anak

Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.

Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".

Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.

"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday.

Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.

Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.

Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi".

Puber Kedua

Istilah "puber" berasal dari kata "pubes" yang artinya rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan. Kondisi ini dialami oleh anak berusia belasan tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Puber kedua adalah kondisi dimana terdapat kesamaan perilaku seperti yang dialami anak-anak yang memasuki masa puber, seperti lebih memperhatikan penampilan, lebih memperhatikan lawan jenis, dan sebagainya.

Puber kedua dialami oleh pria maupun wanita yang memasuki usia 40 tahun ke atas. Gejala yang timbul pada pria saat memasuki puber kedua adalah :

Enggan tampil tua. Mereka mulai memperhatikan penampilannya maupun keindahan tubuhnya. Rambutnya disemir ala anak muda, bergaya gaul, memodifikasi mobilnya menjadi ceper, dan sebagainya.

Mereka juga mulai senang kembali berpetualang. Mulai dari dari naik motor jarak jauh, sampai keluar masuk diskotek.

Produktivitas hidup meningkat. Banyak ditemui bahwa mereka semakin mahir bernegosiasi, semakin maju bisnisnya, maupun semakin memukau karirnya.

Sedangkan pada wanita, gejala yang muncul adalah :

Terganggu atau berhentinya proses menstruasi (terjadi menopause). Hal ini terjadi karena gonadotrop tidak diproduksi lagi oleh kelenjar hypophysc. Efek yang terjadi adalah pusing, lesu, dan kurang bergairah. Akibatnya kestabilan emosi sering terganggu.

Timbunan lemak menyusut sehingga kulit mulai keriput, bahkan buah dada mulai berubah bentuk. Rambutpun mulai memutih. Keadaan ini akan berpengaruh pada kejiwaannya. Apalagi jika suami memandang hal itu sebagai suatu kemunduran.

Setiap orang akan mengalami fase puber kedua ini. Karena itu perlu persiapan yang cukup matang untuk memasuki fase krisis ini. Di sinilah komitmen perkawinan kembali teruji. Komunikasi dan pengertian memegang peran yang sangat penting bagi pasangan yang mulai memasuki masa puber kedua ini. Kondisi yang berbeda antara suami dan istri sering kali memicu konflik di antara mereka berdua. Suami semakin bersemangat dalam banyak hal, sedangkan istri semakin lesu dan kurang bergairah. Bila terjadi komunikasi yang baik di antara pasangan yang memasuki masa ini, maka masalah krisis kedua ini akan dapat diselesaikan dengan baik.Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melewati masa puber kedua dengan baik adalah:
  • Bertamasya berdua tanpa diganggu oleh kehadiran anak
  • Memberikan kejutan seperti candle light dinner, membelikan barang yang sedang diinginkan pasangan, dan sebagainya
  • Membuka kembali album foto kenangan bersama-sama
  • Menonton bioskop berdua saja

Dengan demikian diharapkan pasangan yang memasuki masa puber kedua dapat melewatinya dengan baik dan memasuki usia senja dengan bahagia.

Profil H.M. Misbach

Haji Misbach, lengkapnya Haji Mohamad Misbach, terlahir sekirar tahun 1876, Misbach besar dari keluarga Islam yang saleh. Ia besar di Kauman, sisi barat alun-alun utara Kraton Surakarta, dekat dengan Mesjid Agung Surakarta. Ia banyak menghabiskan pendidikannya di pesantren punya posisi unik dalam sejarah di Tanah Air. Namanya memang tidak sedahsyat Semaun, Tan Malaka, atau tokoh kiri lainnya. Di kalangan gerakan Islam, namanya juga hampir tidak pernah disebut. Maklum, haji dari Kauman Surakarta ini adalah seorang komunis, meski menolak menjadi ateis. Baginya, Islam dan komunisme tidak selalu harus dipertentangkan. Malah dengan menyerap ajaran komunismelah, menurut Haji Misbach, Islam menjadi agama yang bergerak untuk melawan penindasan dan ketidakadilan. Berikut tulisan Iqbal Setyarso, yang diolah dari berbagai sumber antara lain yang terpenting An Age in Motion: Popular Radicalism in Java, 1912-1926, karya Takashi Shiraisi.

Inilah datangnya hari-hari mencekam di Hindia Belanda. Pada 1923 itu, ijazah-ijazah sekolah bumiputera "Ongko Loro" (Angka Dua) dibakar. Ketika gubernur jenderal datang ke Yogyakarta (Mei) bom dilemparkan ke kereta api. Banyak orang jadi berani melemparkan kotoran ke kantor-kantor pemerintah, mencopoti potret-potret Ratu Wilhelmina, melumurinya dengan kotoran dan kalimat celaan.

Kejadian seperti itu meningkat menjelang peringatan Ratu Wilhelmina akhir Agustus dan awal September. Di Yogya, pada Juli ada kereta api tergelincir dari relnya. Di Madiun, akhir Agustus seorang aktivis Sareket Ra'jat (SR) dan bekas buruh kereta api negara terbunuh, sejumlah lainnya terluka ketika bom buatan mereka tiba-tiba meledak. Di Semarang, sejak akhir Agustus hingga awal September ada delapan bom telah dilemparkan. Maka di Madiun, pemimpin SR dan guru-guru Sarekat Islam (SI) ditangkapi. Namun, di tempat-tempat lain polisi tak berdaya, tak seorang pun ditangkap.

Di Surakarta, pertengahan Oktober 1923, menjelang dan sesudah perayaan Sekaten, sejumlah rumah dibakar. Bangsal perayaan sekatenan dirobohkan orang. Di pedesaan, tempat pengeringan tembakau dibakar. Polisi seolah-olah tak berkutik. Dan lagi-lagi, tak ada satu tersangka pun yang ditangkap.

Darma Kanda, media yang menyuarakan aspirasi kaum ningrat mengingatkan bahaya "zaman Tjipto" (Tjipto Mangunkusumo). Para pangeran kasunanan dan pejabat tinggi ketakutan pada "komunis-komunis" dan menebar cerita. Haji Mohamad Misbach berada di balik serangkaian kejadian itu. Misbach disebut-sebut telah membangun "pasukan sabotase", melatih prajurit untuk melakukan pengeboman, pembakaran rumah, perampokan, penggelinciran kereta api, dan aksi teror lainnya. Pada awal Oktober pamflet stensilan dengan simbol palu dan arit di atas gambar tengkorak manusia disebarluaskan orang-orang tak dikenal. Pamflet itu isinya mengingatkan orang agar tidak menghadiri perayaan sekaten.

Siapa Misbach yang dicap begitu berbahaya itu?

Keislaman dan Kerakyatan

Lelaki ini lahir di Kauman, Surakarta. Diduga ia lahir pada 1876 dan besar di lingkungan keluarga pedagang batik yang makmur. Masa kecilnya ia dipanggil Ahmad. Saat menikah berganti nama menjadi Darmodiprono. Setelah menunaikan ibadah haji, orang mengenalnya sebagai Haji Mohamad Misbach.

Kauman, tempat Misbach dilahirkan, letaknya di sisi barat alun-alun utara, persis di depan keraton Kasunanan dekat Masjid Agung. Di situ tinggal juga para pejabat keagamaan Sunan. Ayah Misbach sendiri pejabat keagamaan. Namun karena lingkungannya religius, Misbach pun pada usia sekolah mengisi wawasannya dengan pelajaran keagamaan dari pesantren. Selain belajar di pesantren, Misbach pernah belajar di sekolah bumiputera "Ongko Loro" selama delapan bulan.

Menjelang dewasa, Misbach terjun ke dunia usaha sebagai pedagang batik di Kauman mengikuti jejak bapaknya. Bisnisnya pun menanjak dan ia berhasil membuka rumah pembatikan dan sukses. Pada 1912 di Surakarta berdiri Sarekat Islam (SI). Misbach masuk SI meski selama setahun pertama perjalanan SI ia tidak terlalu aktif. Misbach baru aktif pada 1914, ketika SI membentuk Indlandsche Journalisten Bond (IJB). Melalui media massa, Misbach dinilai sebagai tokoh yang rajin memaparkan gagasannya. Dia tak kenal lelah meluncurkan gagasan menerbitkan surat kabar Islam, sekolah-sekolah Islam, dan gagasan pengembangan Islam yang sangat maju untuk ukuran zamannya.

Pada 1915, Misbach menerbitkan Medan Moeslimin, surat kabar bulanan. Dua tahun kemudian diterbitkannya pula Islam Bergerak. Bicara kepribadian Misbach, orang memuji keramahannya kepada setiap orang dan sikap egaliternya tak membedakan priyayi atau orang kebanyakan. Sebagai seorang haji ia lebih suka mengenakan kain kepala ala Jawa ketimbang peci Turki alias torbus ala Haji Agus Salim, atau serban seperti kebanyakan haji zaman itu.

Orang menggambarkan Haji Misbach sebagai sosok yang tak segan bergaul dengan anak-anak muda penikmat klenengan dengan tembang-tembang yang sedang hit. Satu tulisan tentang Misbach menyebutkan, di tengah komunitas pemuda, Misbach menjadi kawan berbincang yang enak, sementara di tengah pecandu wayang orang Misbach lebih dihormati ketimbang direktur wayang orang. Misbach digambarkan demikian, "... di mana-mana golongan Rajat Misbach mempoenjai kawan oentoek melakoekan pergerakannya. Tetapi didalem kalangannya orang-orang jang mengakoe Islam dan lebih mementingkan mengoempoelken harta benda daripada menolong kesoesahan Rajat, Misbach seperti harimau didalem kalangannya binatang-binatang ketjil. Kerna dia tidak takoet lagi menyela kelakoeannja orang-orang yang sama mengakoe Islam tetapi selaloe mengisep darah temen hidoep bersama."

Tentara Tjokro

Takashi Shiraisi mengungkapkan perbedaan dinamika sosial Islam di Yogya dan Surakarta. Ini dikaitkan dengan persamaan dan perbedaan antara KH Achmad Dahlan yang pendiri Muhammadiyah dan Misbach, seorang muslim ortodoks yang saleh, progresif, dan hidup di kota Surakarta.

Di Yogya, Muhammadiyah yang lahir pada 1912 di Kauman, segera menjadi sentral kegiatan kaum muslimin yang saleh yang kebanyakan berlatar belakang keluarga pegawai keagamaan Sultan. Ayah Dahlan adalah chatib amin Masjid Agung dan ibunya putri penghulu (pegawai keagamaan kesultanan) di Yogya. Dahlan sendiri sempat dipercaya menjadi chatib amin. Para penganjur Muhammadiyah pun umumnya anak-anak pegawai keagamaan. Kala itu birokrat keagamaan umumnya adalah alat negara sehingga, kata Shiraisi, wewenang keagamaannya tidak berasal dari kedalaman pengetahuan tentang Islam tetapi karena jabatannya. Meskipun mereka berhaji dan belajar Islam, masih kalah wibawa dibandingkan para kiai yang pesantrennya bebas dari negara.

Kendati demikian, reformisme Muhammadiyah berhasil menyatukan umat Islam yang terserpih-serpih. Tablig-tablignya, kajian ayat yang dijelaskan dengan membacakan dan menjelaskan maknanya di masjid-masjid, pendirian lembaga pendidikan Islam, membangunkan keterlenaan umat Islam. Mereka tumbuh menjadi pesaing tangguh misionaris Kristen dan aktivis sekolah-sekolah bumiputera yang didirikan pemerintah.

Lain dengan di Surakarta. Kala itu belum ada pengaruh sekuat Dahlan dan Muhammadiyah. Ini karena di Surakarta sudah ada sekolah agama modern pertama di Jawa, Madrasah Mamba'ul Ulum yang didirikan patih R. Adipati Sosrodiningrat (1906) dan SI pun sudah lebih dulu berkiprah sebagai wadah aktivis pergerakan Islam. Di Surakarta, pegawai keagamaan yang progresif, kiai, guru-guru Al-Quran, dan para pedagang batik mempunyai forum yang berwibawa, Medan Moeslimin. Di situlah pendapat mereka yang kerap berbeda satu sama lain tersalur.

Kelompok ini menyebut diri "kaum muda Islam".

Beda pergerakan Islam Surakarta dan Yogya, di Yogya reformis tentu juga modernis, tetapi di Surakarta kaum muda Islam memang modernis tetapi belum tentu reformis. Kegiatan keislaman di Solo banyak dipengaruhi kiai progresif tapi ortodoks, seperti Kiai Arfah dan KH Adnan. Sampai suatu ketika ortodoksi yang cenderung menghindar ijtihad itu terpecah pada 1918.

Perpecahan kelompok Islam di Surakarta dipicu artikel yang dimuat dalam Djawi Hiswara, ditulis Martodharsono, seorang guru terkenal dan mantan pemimpin SI. Ketika artikel itu muncul di Surakarta tidak langsung terjadi protes, tetapi Tjokroaminoto memperluas isi artikel dan menyerukan pembelaan Islam atas pelecehan oleh Martodharsono. Seruan itu muncul di Oetoesan Hindia, sehingga bangkitlah kaum muda Islam Surakarta.

Tjokroaminoto membentuk Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM), yang mencuatkan nama Misbach sebagai mubalig vokal. Mengiringi terbentuknya TKNM, lahir perkumpulan tablig yang reformis bernama Sidik, Amanah, Tableg, Vatonah (SATV). Haji Misbach menyebar seruan tertulis menyerang Martodharsono serta mendorong terlaksananya rapat umum dan membentuk subkomite TKNM. Segeralah beredar cerita, Misbach akan berhadapan dengan Martodharsono di podium. Komunitas yang dulunya kurang greget menyikapi keadaan itu tiba-tiba menjadi dinamis. Kaum muslimin Surakarta berbondong-bondong menghadiri rapat umum di lapangan Sriwedari, pada 24 Februari 1918 yang konon dihadiri 20.000-an orang. Tjokroaminoto mengirim Haji Hasan bin Semit dan Sosrosoedewo (penerbit dan redaktur jurnal Islam Surabaya, Sinar Islam), dua orang ke-percayaannya di TKNM.

Waktu itu terhimpun sejumlah dana untuk pengembangan organisasi ini. Muslimin Surakarta bergerak proaktif menjaga wibawa Islam terhadap setiap upaya penghinaan terhadapnya. Inilah awal perang membela Islam dari "kaum putihan" Surakarta. Belakangan, muncul kekecewaan jamaah TKNM ketika Tjokro tiba-tiba saja mengendurkan perlawanan kepada Martodharsono dan Djawi Hiswara setelah mencuatnya pertikaian menyangkut soal keuangan dengan H Hasan bin Semit. Buntutnya, Hasan bin Semit keluar dari TKNM. Beredar artikel menyerang petinggi TKNM. Muncul statemen seperti "korupsi di TKNM dianggap sudah menodai Nabi dan Islam".

Dalam situasi itu muncul Misbach menggantikan Hisamzaijni, ketua subkomite TKNM dan menjadi hoofdredacteur (pemimpin redaksi) Medan Moeslimin. Artikel pertama Misbach di media ini, Seroean Kita. Dalam artikel itu Misbach menyajikan gaya penulisan yang khas, yang kata Takashi, menulis seperti berbicara dalam forum tablig. Ia mengungkapkan pendapatnya, bergerak masuk ke dalam kutipan Al-Quran kemudian keluar lagi dari ayat itu. "Persis seperti membaca, menerjemahkan, dan menerangkan arti ayat Al-Quran dalam pertemuan tablig."

Sikap Misbach ini segera menjadi tren, apalagi kemudian secara kelembagaan perkumpulan tablig SATV benar-benar eksis melibatkan para pedagang batik dan generasi santri yang lebih muda. Menurut Shiraisi, ada dua perbedaan SATV dibanding Muhammadiyah. Pertama, Muhammadiyah menempati posisi strategis di tengah masyarakat keagamaan Yogya, sedangkan SATV adalah perhimpunan muslimin saleh yang merasa dikhianati oleh kekuasaan keagamaan, manipulasi pemerintah, dan para kapitalis nonmuslim. Kedua, militansi para penganjur Muhammadiyah bergerak atas dasar keyakinan bahwa bekerja di Muhammadiyah berarti hidup menjadi muslim sejati. Sedangkan militansi SATV berasal dari rasa takut untuk melakukan manipulasi, dan keinginan kuat membuktikan keislamannya dengan tindakan nyata. Di mata pengikut SATV, muslim mana pun yang perbuatannya mengkhianati kata-katanya berarti muslim gadungan.

SATV menyerang para elite pemimpin TKNM, kekuasaan keagamaan di Surakarta, menyebut mereka bukan Islam sejati, tetapi "Islam lamisan", "kaum terpelajar yang berkata mana yang bijaksana yang menjilat hanya untuk menyelamatkan namanya sendiri." Dasar keyakinan SATV dengan Misbach sebagai ideolognya, "membuat agama Islam bergeral". Misbach kondang di tengah muslimin bukan sekadar karena tablignya, melainkan ia menjadi pelaku dari kata-kata keras yang dilontarkannya di berbagai kesempatan. Ia dikenal luas karena perbuatannya "menggerakkan Islam": menggelar tablig, menerbitkan jurnal, mendirikan sekolah, dan menentang keras penyakit hidup boros dan bermewah-mewah, dan semua bentuk penghisapan dan penindasan.

Membuat Kartun

Misbach sangat antikapitalis. Siapa yang secara kuat diyakini menjadi antek kapitalis yang menyengsarakan rakyat akan dihadapinya melalui artikel di Medan Moeslimin atau Islam Bergerak. Tak peduli apakah dia juga seorang aktivis organisasi Islam. Berdamai dengan pemerintah Hindia Belanda, no way. Maka kelompok yang antipolitik, antipemogokan, secara tegas dianggap berseberangan dengan misi keadilan.

Misbach membuat kartun di Islam Bergerak edisi 20 April 1919. Isinya menohok kapitalis Belanda yang menghisap petani, bersama mempekerjapaksakan mereka, memberi upah kecil, menarik pajak. Residen Surakarta digugat, Paku Buwono X digugat karena ikut-ikutan menindas. Retorika khas Misbach, muncul dalam kartun itu sebagai "suara dari luar dunia petani". Bunyinya, "Jangan takut, jangan kawatir". Kalimat ini memicu kesadaran dan keberanian petani untuk mogok. Ekstremitas sikap Misbach membuat ia ditangkap, 7 Mei 1919, setelah melakukan belasan pertemuan kring (subkelompok petani perkebunan). Tapi akhirnya Misbach dibebaskan pada 22 Oktober sebagai kemenangan penting Sarekat Hindia (SH), organisasi para bumiputera.

Tidak kapok dipenjara, Misbach malah menegaskan rakyat "jangan takut dihukum, dibuang, digantung", seraya memaparkan kesulitan Nabi menyiarkan Islam. Misbach pun sosok yang selain menempatkan diri dalam perjuangan melawan kapitalis, ia meyakini paham komunis. Menurut ahli sejarah Ahmad Mansyur Suryanegara, Misbach mengagumi Karl Marx dan menulis artikel Islamisme dan Komunisme di pengasingan. Marx di mata Misbach berjasa membela rakyat miskin, mencela kapitalisme sebagai biang kehancuran nilai-nilai kemanusiaan. Agama pun dirusak oleh kapitalisme sehingga kapitalisme harus dilawan dengan historis materialisme.

Misbach kecewa terhadap lembaga-lembaga Islam yang tidak tegas membela kaum dhuafa. Berjuang melawan kapitalisme tak membuat Misbach tidak menegakkan Islam. Baginya, perlawanan terhadap kapitalis dan pengikutnya sama dengan berjuang melawan setan. Misbach pun ketika CSI (Central Sarekat Islam) pecah melahirkan PKI/SI Merah, memilih ikut Perserikatan Kommunist di Indie (PKI), bahkan mendirikan PKI afdeling Surakarta.

Terkait dengan "teror-teror" yang terjadi di Jawa, Misbach tetap dipercaya sebagai otaknya. Misbach ditangkap. Dalam pengusutan sejumlah fakta memberatkan kepada Misbach meskipun belakangan para saksi mengaku memberi kesaksian palsu karena iming-iming bayaran dari Hardjosumarto, orang yang "ditangkap" bersama Misbach. Hardjosumarto sendiri juga mengaku menyebarkan pamflet bergambar palu arit dan tengkorak, membakar bangsal sekatenan, dan mengebom Mangkunegaran.

Meski demikian, Misbach tetap tidak dibebaskan. Dia dibuang ke Manokwari, Papua, didampingi istri dan tiga anaknya. Selama ditahan di Semarang, tak seorang pun diizinkan menjenguknya. Misbach hanya dibolehkan membaca Al-Quran. Di pengasingan, selain mengirim laporan perjalanannya, Misbach juga menyusun artikel berseri "Islamisme dan Komunisme". Sesungguhnya, tulis Misbach, karangan saya hal komunisme dan islamisme adalah penting bagi orang yang dirinya mengaku Islam dan komunis yang sejati, yakni suka menjalankan apa yang telah diwajibkan kepada mereka oleh agama dan komunis.

Medan Moeslimin yang terbit pada 1 April 1926 memuat artikel Misbach, Nasehat, yang antara lain menyatakan: agama berdasarkan sama rata sama rasa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa hak persamaan untuk segenap manusia dalam dunia tentang pergaulan hidup, tinggi dan hinanya manusia hanya tergantung atas budi kemanusiaannya. Budi terbagi tiga bagian: budi kemanusiaan, budi binatang, budi setan. Budi kemanusiaan dasarnya mempunyai perasaan keselamatan umum; budi binatang hanya mengejar keselamatan dan kesenangan diri sendiri; dan budi setan yang selalu berbuat kerusakan dan keselamatan umum.

Ini secuil kisah Misbach yang sangat jarang dibicarakan orang. "Kiai Merah" yang tetap taat berislam ini akhirnya terserang malaria dan meninggal di pengasingan pada 24 Mei 1926 dan dimakamkan di kuburan Penindi, Manokwari, di samping kuburan istrinya.

Sumber: Panji Masyarakat, No. 09 Tahun IV - 21 Juni 2000.

Minggu, 26 September 2010

Kerugian Petani Tembakau Probolinggo

-->
Walaupun harga tembakau pada tahun ini lebih mahal dari pada tahun-tahun sebelumnya, tapi tetap tetap tidak setimpal dengan kerugian yang diderita para petani sebagai akibat cuaca yang tidak  menentu. Tembakau rajangan yang tidak sempurna dalam proses pengolahan pasca panen berharga sangat murah berkisar antara Rp 7.000 sd Rp 9000 bergantung tingkat kecerahan warna setelah dijemur. Tanaman tembakau merupakan tanaman yang  membutuhkan perawatan ekstra sejak awal tanam sampai pengolahan pasca panen. Di awal musim tembakau ini yaiut pada petengahan bulan juni, ternyata curah hujan masih sangat tinggi,  hal ini mengakibatkan bibit tembakau yang telah ditanam mati, situasi ini jelas membuat petani tembakau semakin merugi apalagi saat musim panen curah hujan juga masih tinggi.

Dalam situasi seperti ini, petani tembakau sendiri terutama di daerah probolinggo tidak dapat  berbuat banyak, kerugian ini akan terus terjadi jika cuaca tetap tidak menentu sampai pertengahan bulan oktober mendatang. Tidak itu saja, gudang milik pabrik-pabrik rokok yang ada di wilayah probolinggo seringkali menolak tembakau rajangan yang rusak karena hujan atau mereka akan membelinya tapi dengan harga yang sangat murah yang jelas akan sangat merugikan petani. Dalam situasi seperti, seharusnya peran asosiasi petani dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan intervensi agar petani tembakau tidak terlampau merugi. Sampai sejauh ini, belum ada indikasi petani tembakau akan mendapatkan konpensasi dari kerugian mereka ini, pemerintah kabupaten Probolinggo sebenarnya memiliki cukup kekuatan mempengaruhi kebijakan harga tembakau pada tahun ini, mengingat pasokan tembakau probolinggo tidaklah bisa dibilang sedikit.



Petani Tembakau Rugi Rp1,4 M per Hari

SURABAYA POST - Petani tembakau di Kabupaten Probolinggo rugi Rp 1,4 miliar setiap hari selama dua pekan terakhir. Kerugian itu berasal dari rusaknya tembakau rajangan karena tidak terjemur matahari secara sempurna. Data itu diungkap Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo H Muzammil.

Muzammil menghitung, areal tembakau seluas 11.475 hektar (Ha)  sudah dipanen sekitar 20 persen dalam bentuk tembakau rajangan. Ketika hujan turun, tembakau rajangan yang dijemur alami dengan mengandalkan sinar matahari banyak yang rusak. Tembakau rajangan yang menghitam akibat guyuran hujan, kata H Muzammil, harga sekitar Rp 8.000 per kilogram (kg). “Yang jelas tembakau tambelik (warna menghitam) harganya di bawah Rp 10.000 per kilo,” ujarnya dihubungi Surabaya Post.

Sisi lain, jika penjemuran tembakau rajangan itu sempurna karena terik matahari, harganya bisa Rp 30.000-32.000/kg. Selisih harga tembakau rajangan berkualitas dengan tembakau tambelik inilah yang kemudian dihitung pihak APTI. ’’Akhirnya ditemukan, setiap hari ada kerugian sekitar Rp 1,4 miliar. Padahal sejak dua pekan lalu, selama 10 hari Probolinggo diguyur hujan. Yang tinggal mengalikan Rp 1,4 miliar dikalikan 10 hari, ketemu Rp 14 miliar,” ujarnya.

Kerugian petani tembakau, kata H Muzammil, sebenarnya jauh lebih besar dari Rp 14 miliar. Soalnya di awal tanam tembakau, banyak bibit tembakau yang mati. Sebagian petani mengganti 2-3 kali benih yang mati dengan bibit baru dan tentu saja dengan biaya tanam tambahan.

Dalam kondisi normal, kata Muzammil, perputaran uang dalam transaksi tembakau di Probolinggo luar biasa besarnya. ’’Kondisi normal itu tidak ada hujan sehingga tembakau rajangan benar-benar kering, gudang-gudang pabrik rokok di Probolinggo mengeluarkan uang Rp 10 miliar- Rp 14 miliar per hari,” ujarnya.

Angka transaksi tembakau sebesar itu diketahui saat pengurus APTI Kab Probolinggo bersama Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kab Probolinggo menggelar sidak ke sejumlah gudang pembelian tembakau. ’’Dua gudang tembakau milik Gudang Garam dan Sampoerna sudah membeli tembakau petani sejak akhir Agustus lalu, namun belum mencapai 200 ton. Mungkin karena kondisi masih belum normal betul,” ujar Muzammil.

Meski sebagian petani tembakau di Probolinggo merugi, Ketua APTI Jatim H Amin Subarkah menilai petani tembakau di daerah lain di Jatim merugi lebih parah. “Saya menerima laporan, petani tembakau di kawasan barat seperti Tulungagung, Ngawi, dan Madiun rusak parah,” ujarnya tadi malam.

Amin yang juga petani tembakau di Kraksaan, Kab Probolinggo itu menilai tembakau Madura yang selama ini tergolong unggulan juga jeblok tahun ini. “Bahkan harga tembakau Madura tahun ini paling tinggi Rp 26 ribu, kalah jauh dibandingkan tembakau Probolinggo yang menembus angka Rp 32 ribu di tingkat petani,” ujarnya.

Demi menyikapi dampak buruk kemarau basah terhadap nasib petani tembakau, APTI Jatim dan Disbunhut Jatim bakal membahasnya di Hotel Utami, Sidoarjo, 4-5 Oktober mendatang. ’’Akan kami laporkan kerusakan tembakau di berbagai daerah akibat guyuran hujan, sekaligus dibahas bagaimana solusinya,” ujar Amin.

Rabu, 28 April 2010

Perkembangan Psikologi Anak Dalam Kehidupan Sosial

Perbedaan fase perkembangan status sosial di dunia anak-anak dalam persahabatan dan mendapatkan kawan bermain di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, berbeda dengan pengertian persahabatan yang terjadi pada orang dewasa, untuk orang dewasa persahabatan adalah suatu ikatan relasi dengan orang lain, di mana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama, sedangkan di dunia anak-anak tidak seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa, di dunia anak-anak persahabatan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila terjadi masalah yang kecil saja, jalinan persahabatan tersebut akan terputus.

Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak :
1. Dengan cara kita mengajukan beberapa pertanyaan, seperti ;
Siapa teman dekatmu ? kenapa dia ? apa yang kamu senangi dari dia ?
2. Dengan cara kita bercerita tentang persahabatan, kemudian kedua orang sahabat tersebut bertengkar karena mereka tidak dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.
Dari kedua metode tersebut, metode yang nomor dua kita akan banyak mendapatkan informasi, kemudian kita ajukan pertanyaan kepada anak ; Harus bagaimanakah situasi itu diselesaikan ?
Dari banyak informasi yang diberikan anak tersebut, kita akan mendapatkan kesimpulan yang kita bagi dalam beberapa fase, seperti ;

Fase Pertama ;
- Teman untuk bermain
Teman bermain untuk usia anak antara 5 sampai 7 tahun.
Bagi mereka, teman adalah seseorang yang mempunyai mainan yang menarik yang tempat tinggalnya dekat di sekitar mereka, dan mereka mempunyai ketertarikkan yang sama.
Kepribadian dari teman tersebut tidak menjadi masalah, yang terpenting bagi mereka adalah kegiatan dan mainan apa yang mereka miliki, persahabatan mereka akan terputus apabila salah seorang dari anak tersebut tidak mau bermain lagi dengan anak lainnya karena kejenuhan dan kebosanan, persahabatan mereka akan secepat mungkin terputus dan terbina kembali begitu saja.
Contoh percakapan yang sering kita temui pada anak-anak usia 5 sampai 7 tahun, antara lain mengenai berbagi makanan, misalnya ;
“Kalau kamu memberi saya coklat, kamu temanku lagi”
Dalam usia ini mereka dengan gampangnya mengatakan tentang berteman, biasanya percakapan mereka dimulai dengan perkataan “namamu siapa ? dan namaku......” dan mereka bisa begitu saja berteman setelah saling mengetahui nama masing-masing.

Fase Kedua
- Teman untuk bersama
Teman bermain dan membangun kepercayaan, untuk usia anak antara 8 sampai 10 tahun.
Dalam usia mereka ini, pengertian teman sedikit lebih luas dari pada fase pertama, karena arti teman bagi mereka sudah melangkah ke perasaan saling percaya, saling membutuhkan dan saling mengunjungi.
Dalam fase ini seorang anak untuk mendapatkan teman tidak segampang anak pada fase pertama, karena mereka harus ada kemauan berteman dari kedua belah pihak.
Mereka tidak akan mau berteman lagi setelah di antara mereka timbul masalah, seperti ;
- Salah seorang di antara mereka ada yang melanggar janji ;
- Salah seorang di antara mereka ada yang terkena gosip ;
- Salah seorang di antara mereka tidak mau membantu, disaat temannya tersebut
membutuhkan pertolongan.
Percakapan yang sering kita temui pada fase kedua ini, misalnya ;
“Kenapa kamu pilih dia sebagai temanmu ?”
Dalam fase ini, seorang anak tidak mudah menjalin persahabatan, biasanya persahabatan tersebut terjadi setelah beberapa saat mereka saling mengenal baik baru mereka akan menjalinnya, kadang persahabatan mereka bisa sampai usia dewasa, kadang juga terputus tergantung factor apa yang terjadi selama persahabatan mereka.

Fase Ketiga
- Persahabatan yang penuh dengan saling pengertian
Terjadi pada anak usia 11 sampai 15 tahun, bagi mereka arti teman tidak hanya sekedar untuk bermain saja, di sini seorang teman harus juga bisa berfungsi sebagai tempat berbagi pikiran, perasaan dan pengertian.
Pada fase ini persahabatan memasuki stadium yang sangat pribadi, karena pada umumnya mereka sedang mengalami masa puber dengan permasalahan psikologis
seperti ; depresi, rasa takut, problem di rumah, atau problem keuangan yang terjadi pada mereka, biasanya mereka lebih tahu permasalahan psikologis tersebut dibandingkan dengan orang tua mereka sendiri.
Persahabatan pada fase ini bisa berubah seiring dengan berjalannya usia mereka, dari sekedar teman bermain, kemudian berkembang menjadi teman berbagi kepercayaan dan teman berbagi emosi.
Persahabatan tersebut biasanya terputus karena salah seorang dari mereka pindah rumah atau
melanjutkan sekolah di kota lain.
Percakapan di antara mereka yang sering kita dengar pada fase ini, misalnya ;
“Kita butuh teman yang baik, karena kita bisa berbagi ceritera di mana orang lain tidak perlu tahu, teman yang baik akan memberi nasihat atau jalan keluar yang terbaik”
Pentingnya Persahabatan Untuk Perkembangan Sosial Anak-Anak
- Populer atau Tidak Populer dan Apa Akibatnya
Di dalam lingkungan sekolah dasar, biasanya ada anak yang populer dan tidak populer, baik anak tersebut lebih menonjol karena kepintaranya atau pun karena hal yang lainnya.
Mereka mendapat perhatian lebih, seperti selalu diundang dan hadir di pesta ulang tahun temannya sedangkan yang tidak populer tidak pernah diundang.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang hubungan sosial anak populer dan tidak populer di dalam kelas, seorang guru atau kita, dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka,
seperti ;
- Dengan siapa kamu mau pergi tamasya ?
- Dengan siapa kamu mau duduk ?
Ternyata anak populer lebih banyak disebut dan anak tidak populer jarang atau sama sekali tidak disebut.
Untuk lebih mengetahui anak populer dan tidak populer, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dikembangkan lagi dengan pertanyaan-pertanyaan negatif dan pertanyaan-pertanyaan positif.
Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa lebih cepat mengetahui mana anak populer dan mana anak yang tidak populer dan juga kita bisa lebih cepat mengetahui serta membantu mengatasi problem si anak pada stadium yang masih belum terlalu jauh.

Dengan cara tersebut, pada akhirnya kita bisa membedakan perkembangan anak-anak secara berurutan, seperti ;
1. Anak-anak yang menyandang bintang sosiometris
Bintang sosiometris, artinya mereka paling banyak disebut sisi positifnya dari pada sisi
negatifnya, biasanya mereka disenangi dan diakui oleh teman-temannya sedikit dari mereka yang menyandang bintang sosiometris ini merasa terasingkan.
2. Anak-anak yang biasa
Biasanya mereka tidak begitu populer dibandingkan dengan bintang sosiometris, tetapi mereka lebih banyak disebut sisi positifnya dan sedikit disebut sisi negatifnya.
3. Anak-anak yang terisolir
Biasanya mereka tidak disebut sisi positifnya dan juga tidak disebut sisi negatifnya, sepertinya anak terisolir tersebut tidak terlihat oleh teman-temannya.
4. Anak-anak yang terasingkan
Biasanya mereka oleh anak-anak yang lain diasingkan dan tidak diakui sebagai teman, mereka biasanya sedikit sekali disebut sisi positifnya dan lebih banyak disebut sisi negatifnya.
Dari urutan-urutan di atas, kita sebagai orang tua harus cepat tanggap dan tidak ragu untuk bertanya kepada guru di sekolah, bagaimana perkembangan psikologi anak di lingkungan sekolah, hal tersebut dilakukan untuk membandingkan perkembangan psikologi anak di lingkungan rumah dan di lingkungan sekolah, supaya kita dapat secepatnya menelusuri dan mengetahui apakah anak kita mempunyai masalah dalam dirinya yang tidak berani diungkapkan kepada kita sebagai orang tuanya dan kita bisa dengan cepat menangani serta membantu memecahkan masalah si anak tersebut, sebelum masalah anak tersebut terlanjur merubah sifat dan karekter si anak.

Faktor-faktor penting yang mempengaruhi dalam status sosial anak

1. Cara orang tua mendidik dan membina anak
Orang tua yang mendidik anak dengan cara bertahap dalam menjelaskan sesuatu hal, dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, biasanya anak-anak mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mereka akan mudah dalam mengembangkan hubungan sosialnya.
Lain halnya dengan anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang secara penuh dan mereka dididik oleh orang tuanya dengan cara kasar serta mendapatkan peristiwa yang membuat anak tersebut trauma, maka kita bisa dengan jelas melihat perbedaan yang mencolok, biasanya anak tersebut sulit dikendalikan dan memiliki masalah, mereka tidak akan mudah membina hubungan sosial dan sulit membina persahabatan dengan anak lainnya.

2. Urutan kelahiran
Urutan kelahiran, mempengaruhi juga dalam status sosial anak, karena biasanya anak yang paling muda lebih populer dan terbiasa dengan negoisasi dari pada saudara-saudaranya.

3. Kecakapan dan keterampilan mengambil peran
Biasanya anak-anak populer memiliki kecakapan dan keterampilan dalam mengambil apa pun posisi peran dan posisi peran tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik.
Anak-anak populer biasanya memiliki intellegensi/kecerdasan yang baik.
Dengan memiliki ciri-ciri tersebut, anak-anak populer lebih mudah menempatkan dirinya atau beradaptasi dilingkungan yang asing.

4. Nama
Ternyata di lingkungan anak-anak, nama dapat membawa pengaruh.
Nama yang dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal, dapat membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan sosial psikologi anak. karena anak-anak masih sangat kongkrit dalam menyatakan sesuatu hal, akibatnya anak tersebut merasa rendah diri dan tersudut apabila anak-anak yang lain mencemoohkan karena namanya dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal.

5 Daya tarik
Anak-anak yang memiliki daya tarik tersendiri, biasanya selalu populer daripada anak yang kurang memiliki daya tarik.
Anak-anak yang berumur 3 tahun, sudah bisa membedakan mana anak-anak yang menarik dan mana anak-anak yang kurang menarik, reaksi ketertarikkannya hampir sama dengan orang dewasa.
Pada anak usia 3 tahun, anak yang menarik dan anak tidak menarik tidak begitu kelihatan mencolok, tetapi pada anak usia 5 tahun, hal tersebut dapat terlihat sangat jelas, anak usia 5 tahun yang tidak menarik biasanya lebih agresif dan sering tidak jujur dalam bermain, sedangkan pada anak usia 5 tahun yang memiliki daya tarik, biasanya mereka sering diberi masukkan-masukkan yang positif dari sekitarnya sehingga tumbuh rasa percaya diri yang lebih tinggi, sabaliknya pada anak usia 5 tahun yang tidak menarik rasa percaya dirinya berkurang karena terpengaruh masukkan-masukkan yang negatif dari lingkungannya.

6. Perilaku
Tidak semua anak yang menarik menjadi populer karena masih banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi katagori populer.
Perilaku yang membuat anak populer, antara lain ; ramah tamah, mempunyai rasa simpati, tidak agresif, bisa berkerja sama, suka menolong, suka memberikan masukkan atau komentar yang positif, dan lain-lain.

Secara umum faktor-faktor di atas terdapat pada anak-anak yang populer, dan factor-faktor tersebut dapat menentukan status sosial anak, tetapi tidak selamanya anak populer pada nantinya dapat menentukan status sosial, sebagian anak-anak yang tumbuh dari lingkungan yang selalu terjaga pendidikannya, intellegensinya, cakap dan terampil, mempunyai nama yang baik serta menarik tetapi tidak popular, sebagian lagi ada juga anak-anak yang tumbuh dari lingkungan yang bermasalah, kurang perhatian dari orang tua, mempunyai nama yang kurang bagus, dan tidak memiliki daya tarik, tetapi bisa juga menjadi populer.
Lalu bagaimana dengan anak-anak yang kurang dihargai seperti ; Anak-anak yang terisolir dan Anak-anak yang terasingkan.
Kelompok anak-anak tersebut memiliki nilai yang rendah dari anak-anak seumurnya, akan tetapi anak-anak yang terisolir lebih mudah diakui dari pada anak-anak yang terasingkan, namun lama kelamaan anak-anak yang terasingkan akan diakui juga.
Anak-anak yang terasingkan memiliki resiko adaptasi lebih besar dalam usia menjelang dewasa, mereka menjadi terasingkan karena ada penyimpangan dari salah satu factor status sosial anak.
Jika anak-anak ini lemah dalam menghadapi ejekkan-ejekkan atau godaan dari anak-anak lainnya, maka hal tersebut dapat membentuk perilaku dan proses belajarnya akan terganggu.
Beberapa problem pada anak-anak yang terasingkan, antara lain ;
- secara terbuka mereka diasingkan
- sering terlibat dalam hal-hal kejadian interaksi yang negatif
- mempunyai masalah perilaku
- sering memperlihatkan perilaku agresif
- mempunyai status negatif yang stabil
- sering bermasalah di sekolah

Secara umum anak-anak yang terasingkan, berreaksi dengan dua cara :

1. Menarik diri
Biasanya mereka menarik diri dari kontak dengan yang lain, mereka sebetulnya ingin main dengan anak-anak lainnya, tetapi mereka diacuhkan dan diabaikan keberadaannya, malahan mereka mengejeknya seperti dengan sebutan “professor” karena anak tersebut memakai kacamata, maka dari itu mereka selalu menhindar dari anak-anak lainnya, di rumah biasanya mereka juga pendiam dan selama mungkin tinggal di kamarnya dengan membaca komik atau mendengarkan musik, kepada orang tuanya mereka beralasan tidak suka main di luar.

2. Perilaku anti sosial
Biasanya mereka sulit untuk diatur, padahal anak-anak lainnya tidak suka dengan perilakunya, misalnya ;
Pada saat anak-anak yang lain bermain bola, kemudian datang anak yang terasingkan, tetapi tidak untuk ikut bermain dengan anak-anak lainnya, anak tersebut datang hanya sekedar untuk mengganggu saja dengan mengambil bolanya, dan apabila ikut bermain bola pun anak itu akan tampil dengan kasar sehingga membuat anak-anak lainnya berhenti bermain, anak yang terasing itu akan marah-marah hingga akhirnya anak-anak yang lain terpaksa mengalah dan bermain bola kembali dengan aturan-aturan yang dikehendaki oleh anak yang terasing tadi.
Untuk anak-anak yang terasing ini di negara-negara yang sudah maju, seperti di Belanda, para orang tua dari anak tersebut akan mendapat laporan dari pengajar atau guru, kemudian mereka diberikan penyuluhan dan konsultasi dari Psikolog Anak yang ada di bawah Departemen Urusan Anak-anak Bermasalah, kemudian akan dikirim ke Departemen Kesehatan untuk gangguan jiwa yang tidak stabil untuk diberi pengarahan dan keterampilan sosial dalam cara menyesuaikan diri atau cara beradaptasi di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah.
Untuk orang yang lebih dewasa, mereka diajarkan semacam therapy untuk beradaptasi dalam lingkungan masyarakat supaya akhirnya mereka bisa mandiri.

dikutip dari :